Apapun yang kau lihat, dengar, rasa.. Lakukan itu atas dasar kata hatimu.
Hiyahh..
4 bulan, waktu yang cukup banyak memberiku cerita. Tentang suka, duka, kecewa, takut, amarah, dan sebagainya.
Cerita itu tentu saja berasal dari mereka yang dekat dengan kehidupanku. Lama tak kutorehkan cerita hidupku dalam dunia maya ini,, akupun tersadar.. Ternyata ada banyak hal yang sebaiknya aku ceritakan. Tentang liburanku, tentang hatiku, tentang keluargaku, tentang sukacitaku, tentang senyumku, dan tentang apapun yang kualami dalam hidupku belakangan ini.
Dimulai dari kisah liburanku yang sedikit banyak menorehkan kisah haru tentang bagaimana kedua orangtuaku berjuang demi perjalanan pendidikan kami, sampai kisah bahagia tentang kehidupan keluarga kami yang hidup dalam kesederhanaan.
Ada lagi kisah tentang kehidupan pribadiku yang kembali menemukan sosok yang hingga detik ini mampu menjadi penolong di saat tidak ada lagi yang mempedulikanku (kecuali Tuhan) ^^
bahkan kisah yang mengecewakan ketika mereka (orang-orang yang tak dapat kusebut namanya) kembali menghakimiku tentang apa yang tidak kuperbuat. Sempat membuatku kecewa, tapi tidak semudah itu membuatku membencinya. Semua berakhir dengan PENGAMPUNAN. :)
dan masih banyak lagi kisah yang kurang lebih 4 bulan ini kualami. Satu hal yang pasti, semua itu kulalui dengan sebuah pembelajaran berharga yang mampu membawaku ke arah masa depan yang lebih baik. Lakukan dengan HATI! Tentu, tak lupa libatkan Tuhan dalam setiap perkara.
Godbless :)
hohohoho... ternyata akuu punya bakat juga untuk menuliss dan membuat sebuah artikel. Ada banyak hal yang selama ini kupendam dalam hidupku dan aku tidak tau harus menuangkan semua itu kemana.. dan akhirnya kutemukan sebuah wadah untuk menumpahkan segala apa yang ada di hati, dan pikiranku... Apapun yang akuu tuliss,, itulah yang menjadii bagian darii hidupku.. entah baik ataupun buruk, satu hal yang kutahu bahwa tak ada manusia yang sempurna!!! so... Welcome to My Diary^^
Kamis, 01 September 2011
Minggu, 29 Mei 2011
Puing-puing masa lalu itu
Hoaamm..
Setiap kali aku terbangun dari lelapnya tidurku semalam, pasti ada saja hal yang terlintas di benakku dan terus kuingat. Kali ini aku kembali memikirkan, kemana sebenarnya arah hubunganku bersama "mereka" yang dulu pernah menjadi sahabatku. Lalu, siapa sebenarnya sahabat yang sekarang mengisi kehidupanku? Kalau boleh jujur, sekarang aku belum dapat menemukan sahabat yang lebih dari "mereka". Yang stiap hari menorehkan kisah-kisah di hidupku.
Sambil berpikir apa yang akan kulakukan hari ini. Hatikupun kembali berkata "Ah, pasti hari ini akan jadi hari yang biasa. Ke kampus dan lagi-lagi tak ada sahabat yang ingin kutemui pertama kali di dalam kelas". Mereka yang bisa dikatakan temanpun seolah tak mengerti isi hatiku. Yah, mungkin karena pemikiran ini lah tidak jarang aku sangat merasa perubahan drastis dari karakterku yang sesungguhnya. Ada sesuatu yang memaksaku untuk tak lagi menggunakan karakter ceria, ramah, humoris, terbuka, dan apa adanya dalam diriku. Tembok "masa lalu"pun menjadi jawaban dari perubahan itu. Yah, puing-puing pertengkaran itu kuakui masih sangat terasa di dalam kelas. Dan itu yang menghalangiku! Rasa kaku dan segan menghantuiku ketika kucoba untuk mengakrabkan diriku bersama mereka yang dahulu menjadi "sahabat" dan kemudian menjadi "teman seteru"ku.
Sebenarnya, jauh dari dalam hatiku ingin kucoba berkata kepada mereka "hey, uda cukup diem-dieman, uda cukup bersikap kaku. Gak ada lagi yang perlu diperdebatkan, kini kita teman" tapi, sekarang uda seakan seperti tulang dan daging, kebiasaan untuk tak bertegur sapa bahkan sampai detik ini tak bisa dihindari. Bahkan mereka yang dulu aku anggap menjadi "kompor" dalam masalah 1 tahun lalu itu pun seakan bungkam dan menjaga jarak denganku. Entahlah, aku tidak begitu mengenal mereka. Tapi yang menjadi pertanyaan dan sekaligus pergumulanku, kenapa mereka yang dahulu sangat dekat denganku dan bahkan sempat menjadi bagian hidupku seakan menjadi orang lain yang bahkan aku sendiripun tak sanggup mengatakan satu katapun pada mereka?? Oh, God.. Ingin rasanya aku menangis dan berkata pada mereka "hey, sampai kapanpun kalian tetap sahabatku".
Lepas dari berjuta-juta pemikiranku tentang mereka, satu hal yang pasti kini kami punya jalan masing-masing. Mungkin ini cara terbaik untuk menghindari "konflik" itu. Seperti sebuah luka, kini hubungan buruk itu seperti sudah kronis dan tidak dapat disembuhkan lagi. Aku hanya bisa menunggu waktu, sampai kapan saatnya kami dipertemukan, duduk bersama, dan melepaskan setiap puing-puing sisa masalah itu agar gak lagi menjadi penghalang bagi hubungan kami yang paling tidak akan menjadi sebatas TEMAN! :))
Setiap kali aku terbangun dari lelapnya tidurku semalam, pasti ada saja hal yang terlintas di benakku dan terus kuingat. Kali ini aku kembali memikirkan, kemana sebenarnya arah hubunganku bersama "mereka" yang dulu pernah menjadi sahabatku. Lalu, siapa sebenarnya sahabat yang sekarang mengisi kehidupanku? Kalau boleh jujur, sekarang aku belum dapat menemukan sahabat yang lebih dari "mereka". Yang stiap hari menorehkan kisah-kisah di hidupku.
Sambil berpikir apa yang akan kulakukan hari ini. Hatikupun kembali berkata "Ah, pasti hari ini akan jadi hari yang biasa. Ke kampus dan lagi-lagi tak ada sahabat yang ingin kutemui pertama kali di dalam kelas". Mereka yang bisa dikatakan temanpun seolah tak mengerti isi hatiku. Yah, mungkin karena pemikiran ini lah tidak jarang aku sangat merasa perubahan drastis dari karakterku yang sesungguhnya. Ada sesuatu yang memaksaku untuk tak lagi menggunakan karakter ceria, ramah, humoris, terbuka, dan apa adanya dalam diriku. Tembok "masa lalu"pun menjadi jawaban dari perubahan itu. Yah, puing-puing pertengkaran itu kuakui masih sangat terasa di dalam kelas. Dan itu yang menghalangiku! Rasa kaku dan segan menghantuiku ketika kucoba untuk mengakrabkan diriku bersama mereka yang dahulu menjadi "sahabat" dan kemudian menjadi "teman seteru"ku.
Sebenarnya, jauh dari dalam hatiku ingin kucoba berkata kepada mereka "hey, uda cukup diem-dieman, uda cukup bersikap kaku. Gak ada lagi yang perlu diperdebatkan, kini kita teman" tapi, sekarang uda seakan seperti tulang dan daging, kebiasaan untuk tak bertegur sapa bahkan sampai detik ini tak bisa dihindari. Bahkan mereka yang dulu aku anggap menjadi "kompor" dalam masalah 1 tahun lalu itu pun seakan bungkam dan menjaga jarak denganku. Entahlah, aku tidak begitu mengenal mereka. Tapi yang menjadi pertanyaan dan sekaligus pergumulanku, kenapa mereka yang dahulu sangat dekat denganku dan bahkan sempat menjadi bagian hidupku seakan menjadi orang lain yang bahkan aku sendiripun tak sanggup mengatakan satu katapun pada mereka?? Oh, God.. Ingin rasanya aku menangis dan berkata pada mereka "hey, sampai kapanpun kalian tetap sahabatku".
Lepas dari berjuta-juta pemikiranku tentang mereka, satu hal yang pasti kini kami punya jalan masing-masing. Mungkin ini cara terbaik untuk menghindari "konflik" itu. Seperti sebuah luka, kini hubungan buruk itu seperti sudah kronis dan tidak dapat disembuhkan lagi. Aku hanya bisa menunggu waktu, sampai kapan saatnya kami dipertemukan, duduk bersama, dan melepaskan setiap puing-puing sisa masalah itu agar gak lagi menjadi penghalang bagi hubungan kami yang paling tidak akan menjadi sebatas TEMAN! :))
Penting yah nge-Geng itu???
Entahlah.. Hari ini karena sebuah berita yang gak mengenakkan kudapatkan, pikirankupun menjadi sangat kacau.... Aku yang notabene orang yang gak terlalu pusing dengan hal-hal sepelah yang terkadang orang lain anggap serius, kini menjadi orang yang sangaaaatttt "sensitif". Akh, aku gak pengen ini terjadi.. Tapi entahlah, mungkin sekarang aku tiba pada zona "titik jenuh" dalam hidupku. Jenuh dengan segalanya! kalo udah begini, semua jadi tampak JELEK di mataku!!!!
Uh,, iyaaa.... memang gak seharusnya aku begini, tapi mau diapa aku memang sedang mengalaminya! entahlah, menjadi satu titik pemikiran negatif lagi buatku hari ini, ketika aku teringat akan banyaknya anak-anak sebayaku membuat suatu perkumpulan atas dasar kesamaan yang bermacam-macam dari mereka sehingga terbentuklah kelompok yang secara gak langsung sangat menggangguku!
Aku sebenernya gak ingin mengungkit ini, tapi.. entahlah.. Dengan pikiran yang kacau hari ini, mungkin dengan menuangkan pikiran "kolot" ini, aku bisa agak tenang!! hehe..
hmm.. kalo boleh aku bependapat kelompok, geng, crew, ato apalah yang mereka maksud itu gak penting banget untuk terjadi. Tapi kenapa yah, belakangan ini malah terjadi bahkan di sekitarku. Jujur, memang aku pernah ngelakuin hal itu.. Aku gak pungkiri, tapi kan.. Hey, sadar donk.. Usia kita tuh dah sampe 20an, udah saatnya kita berpikir matang, dewasa, en gak lagi mikirin asiknya punya teman geng, saling nunjukin kehebatan, gak mau bantu kalo bukan temen satu gengnya. Akh, pikiran yang konyol kalo sekarang kamu masih mikir kelompok itu keren, kelompok ini cupu... Hoh!!
satu hal yang pengen gue sampein, bertemanlah dengan sapapun, jangan ngerasa orang di sekitarmu gak bisa ngerti apa yang lo mau!! sekarang saatnya untuk punya pemikiran sendiri, gak bergantung ma orang lain, walaupun emang gak sepenuhnya kita bisa sendiri karena apapun en siapapun kita pasti juga kudu butuh orang lain. Tapi kalo kita bisa sendiri, kenapa gak??
dengan punya kelompok ato geng, ato apalah, tanpa lo sadari lo uda bikin orang-orang di sekitar lo gerah en bikin orang lain jadi ikutan down (dengan situasi mereka yang mungkin lagi gak punya sohib) wkwkwkwk...
etss.. ini just for fun lho, cuma mau nuangin apa yang jadi pemikiran gue. Setuju gak setuju kembali ke pribadi lo masing-masing ^_^
Uh,, iyaaa.... memang gak seharusnya aku begini, tapi mau diapa aku memang sedang mengalaminya! entahlah, menjadi satu titik pemikiran negatif lagi buatku hari ini, ketika aku teringat akan banyaknya anak-anak sebayaku membuat suatu perkumpulan atas dasar kesamaan yang bermacam-macam dari mereka sehingga terbentuklah kelompok yang secara gak langsung sangat menggangguku!
Aku sebenernya gak ingin mengungkit ini, tapi.. entahlah.. Dengan pikiran yang kacau hari ini, mungkin dengan menuangkan pikiran "kolot" ini, aku bisa agak tenang!! hehe..
hmm.. kalo boleh aku bependapat kelompok, geng, crew, ato apalah yang mereka maksud itu gak penting banget untuk terjadi. Tapi kenapa yah, belakangan ini malah terjadi bahkan di sekitarku. Jujur, memang aku pernah ngelakuin hal itu.. Aku gak pungkiri, tapi kan.. Hey, sadar donk.. Usia kita tuh dah sampe 20an, udah saatnya kita berpikir matang, dewasa, en gak lagi mikirin asiknya punya teman geng, saling nunjukin kehebatan, gak mau bantu kalo bukan temen satu gengnya. Akh, pikiran yang konyol kalo sekarang kamu masih mikir kelompok itu keren, kelompok ini cupu... Hoh!!
satu hal yang pengen gue sampein, bertemanlah dengan sapapun, jangan ngerasa orang di sekitarmu gak bisa ngerti apa yang lo mau!! sekarang saatnya untuk punya pemikiran sendiri, gak bergantung ma orang lain, walaupun emang gak sepenuhnya kita bisa sendiri karena apapun en siapapun kita pasti juga kudu butuh orang lain. Tapi kalo kita bisa sendiri, kenapa gak??
dengan punya kelompok ato geng, ato apalah, tanpa lo sadari lo uda bikin orang-orang di sekitar lo gerah en bikin orang lain jadi ikutan down (dengan situasi mereka yang mungkin lagi gak punya sohib) wkwkwkwk...
etss.. ini just for fun lho, cuma mau nuangin apa yang jadi pemikiran gue. Setuju gak setuju kembali ke pribadi lo masing-masing ^_^
Senin, 04 April 2011
Ternyata "Serpihan" itu masih ada..
Hari sempat kaget dengan suatu fakta yang gak sengaja kutemukan. Serpihan kenangan indah bersama "mereka" berupa kumpulan foto-foto kenangan bersama mereka ternyata masih ada dan malah masih menjadi salah satu koleksi satu di antara mereka. Melihat kenyataan ini, akupun refleks melengkungkan sebuah senyuman di bibirku. Rasa haru yang mendalam segera menguasaiku saat itu. Ternyata apa yang terjadi gak sejelek apa yang ada di pikiranku. Mereka bahkan masih menyimpan kenangan itu.
Ketika satu per satu foto-foto itu kulihat, ada banyak hal yang muncul di benakku. Tentang kenangan betapa indahnya ketika bisa bersama mereka bercanda gurau, bahkan saling berkeluh kesah bersama, tentang bagaiman kami dapat saling membantu ketika ada yang membutuhkan bantuan, tentang bagaimana kami bertoleransi dengan perbedaan mencolok yang kami miliki. Bahkan tentang kesabaran mereka melihat keegoisanku yang saat itu bahkan tidak dapat kuatasi sendiri.
Hal itu menimbulkan penyesalan tersendiri dalam hidupku. mengapa aku harus bersikap bukan selayaknya seorang sahabat. Tapi kembali lagi, aku tak boleh lagi menoleh ke belakang. Yang lalu, biar aja berlalu walaupun terkadang apa yang udah berlalu harus kita jadikan pengalaman untuk bisa jadi orang yang lebih baik ke depannya. Seseorang pernah berkata kepadaku "masa lalu itu cuma seperti kaca spion, yang hanya boleh kita lihat sekali-kali saja, yang tepenting bagaiman kita menatap ke depan agar tidak terulang lagi apa yang sudah terjadi di belakang".
Yah, cerita-cerita itu memang masa lalu, tapi buatku mereka BUKAN masa lalu. Mereka adalah sosok bagian hidupku yang ada saat ini dan akan menjadi bagian hidupku di masa yang akan datang. Tak ada kata masa lalu untuk sahabat dan akhiirrnyaa kutemukan jawaban dari pertanyaanku sendiri tentang "mantan sahabat". Hem.. Ternyata, gak ada yang namanya "mantan sahabat" karena apapun yang terjadi, ada ataupun tidak ada mereka saat ini di sampingmu, seorang sahabat akan tetap hidup dimanapun kamu berada. Di hatimu, di pikiranmu, bahkan di sepajang kehidupanmu.
Ketika satu per satu foto-foto itu kulihat, ada banyak hal yang muncul di benakku. Tentang kenangan betapa indahnya ketika bisa bersama mereka bercanda gurau, bahkan saling berkeluh kesah bersama, tentang bagaiman kami dapat saling membantu ketika ada yang membutuhkan bantuan, tentang bagaimana kami bertoleransi dengan perbedaan mencolok yang kami miliki. Bahkan tentang kesabaran mereka melihat keegoisanku yang saat itu bahkan tidak dapat kuatasi sendiri.
Hal itu menimbulkan penyesalan tersendiri dalam hidupku. mengapa aku harus bersikap bukan selayaknya seorang sahabat. Tapi kembali lagi, aku tak boleh lagi menoleh ke belakang. Yang lalu, biar aja berlalu walaupun terkadang apa yang udah berlalu harus kita jadikan pengalaman untuk bisa jadi orang yang lebih baik ke depannya. Seseorang pernah berkata kepadaku "masa lalu itu cuma seperti kaca spion, yang hanya boleh kita lihat sekali-kali saja, yang tepenting bagaiman kita menatap ke depan agar tidak terulang lagi apa yang sudah terjadi di belakang".
Yah, cerita-cerita itu memang masa lalu, tapi buatku mereka BUKAN masa lalu. Mereka adalah sosok bagian hidupku yang ada saat ini dan akan menjadi bagian hidupku di masa yang akan datang. Tak ada kata masa lalu untuk sahabat dan akhiirrnyaa kutemukan jawaban dari pertanyaanku sendiri tentang "mantan sahabat". Hem.. Ternyata, gak ada yang namanya "mantan sahabat" karena apapun yang terjadi, ada ataupun tidak ada mereka saat ini di sampingmu, seorang sahabat akan tetap hidup dimanapun kamu berada. Di hatimu, di pikiranmu, bahkan di sepajang kehidupanmu.
Sabtu, 12 Februari 2011
You Are My Father
It doesn’t matter where I run
You’re there for me
It doesn’t matter what I’ve done
It doesn’t matter what I’ve done
Your love’s for me
You wipe away the tears,
You lift me when I fall
My life is safe by the mercy of Your grace
My life is safe by the mercy of Your grace
It doesn’t matter where I go,
You walk with me
It doesn’t matter when I fall,
It doesn’t matter when I fall,
You cover me
You wipe away the tears,
You lift me when I fall
My life is safe by the mercy of Your grace
My life is safe by the mercy of Your grace
Chorus:
You are my Father, Provider
You’re my Deliverer
Your mercies embrace me, surround me
Through Your everlasting love
Father I worship You
Father I worship You
You are my Father, Provider
You’re my Deliverer
Your mercies embrace me, surround me
Through Your everlasting love
Father I worship You
Father I worship You
And Your love is for me
And Your love is for me
And Your love is forever
And Your love is for me
And Your love is forever
Tuhan dimana??
Ada kakak beradik bernama Ucok & Poltak..
Mereka terkenal bandel.. Sangking bandelnya semua orang di desa selalu mengaitkan semua kejadian kriminal ke mereka, mulai dari pencurian ayam hingga judi.
Ibu merekapun pusing melihat kelakuan mereka & membawa mereka ke seorang Pendeta.
Dipanggillah mereka satu per satu,, mulai dari Ucok.
*Pendeta: "Cok, ibu kau sudah tua, tidak kasihan kau liat dia?"
Ucok diam, sambil mengupil tidak menjawab.
Pendeta bertanya dgn senyum, "Kau tau Tuhan dimana?" Ucok cuek.
Pendeta msih sabar walau mulai kesal.
*Pendeta: "Ucok,kau tau Tuhan dmn?"
Ucok mulai bingung & menelan ludahnya.
Pendeta pun mulai emosi, dengan suara keras & membentak: "TUHAN ADA DIMANA, COK?"
Ucok berteriak sambil berlari ketakutan: "AKU TIDAK TAU!"
Di pintu keluar ia bertemu dgn Poltak.
*Poltak: "Knp kau,Cok? Pucat kali muka kau? Pak pendeta blg apa?"
*Ucok: "Gawat bang! Tuhan hilang! Pak Pendeta pikir kita yang curi!"
??,.'?!"-()@/:_;+&%*=<>£€$
Mereka terkenal bandel.. Sangking bandelnya semua orang di desa selalu mengaitkan semua kejadian kriminal ke mereka, mulai dari pencurian ayam hingga judi.
Ibu merekapun pusing melihat kelakuan mereka & membawa mereka ke seorang Pendeta.
Dipanggillah mereka satu per satu,, mulai dari Ucok.
*Pendeta: "Cok, ibu kau sudah tua, tidak kasihan kau liat dia?"
Ucok diam, sambil mengupil tidak menjawab.
Pendeta bertanya dgn senyum, "Kau tau Tuhan dimana?" Ucok cuek.
Pendeta msih sabar walau mulai kesal.
*Pendeta: "Ucok,kau tau Tuhan dmn?"
Ucok mulai bingung & menelan ludahnya.
Pendeta pun mulai emosi, dengan suara keras & membentak: "TUHAN ADA DIMANA, COK?"
Ucok berteriak sambil berlari ketakutan: "AKU TIDAK TAU!"
Di pintu keluar ia bertemu dgn Poltak.
*Poltak: "Knp kau,Cok? Pucat kali muka kau? Pak pendeta blg apa?"
*Ucok: "Gawat bang! Tuhan hilang! Pak Pendeta pikir kita yang curi!"
??,.'?!"-()@/:_;+&%*=<>£€$
Si emak, sahabatku
Huaah.. Pagi ini sepertinya adrenalinku sedang meningkat untuk membuat sebuah cerita tentang SAHABAT. Dari kemaren, sampai detik ini mereka membicarakan tentang PERSAHABATAN. Akupun segera bertanya dalam hatiku. Akankah aku memiliki sebuah persahabatan yang indah itu??
Lepas dari kisah pahitku tentang mereka yang sempat menjadi sahabat dalam hidupku, kini aku mulai menemukan kehidupan persahabatan yang baru. Tepatnya, seorang sahabat yang kudapatkan karena sebuah ketulusan yang tampak darinya.
Aku tahu ini bukti kebaikan Tuhan dalam hidupku. Ketika aku merasa sendiri, ditinggalkan oleh mereka yang dulu pernah menjadi bagian dari kebahagiaanku, Tuhan memberiku sosok sahabat yang mengerti diriku dan secara tidak langsung banyak mengajarkanku tentang bagaimana menjaga hubungan persahabatan dengan baik, sehingga kisah kelam itu tidak lagi terulang.
Sosok sahabat yang sederhana, tidak mudah tersinggung, menerimaku dan segala kekuranganku, serta rela menjadi tempatku mencurahkan isi hati. Hehehe... Tak hanya itu, ia juga sering memberi banyak masukan untukku. Cukup dewasa dariku, dan terlebih kami bisa saling melengkapi.
Berawal dari masa lalu, ia datang menjadi penghiburku ketika aku mengalami keterpurukan di tengah-tengah mereka yang menghakimiku. Ia mulai membangkitkan semangatku. Bahkan perlahan tapi pasti, ia bisa mengerti apa yang mereka tidak mengerti dariku. Turut larut dalam kesedihanku mengenang mereka yang menyakitiku, itu sudah cukup membuatku bersyukur punya sahabat sepertinya.
Aku sadar, aku terbatas.. Tapi satu yang menjadi prinsipku saat ini, bukan jumlah yang membuatku senang memiliki sahabat.. Tapi, bagaimana seorang sahabat dapat mengerti dan memahami apa yang dirasakan sahabatnya.
Akupun sedang belajar bagaiman bisa menjadi sosok sahabat yang ia harapkan. Menjadi penolong, penghibur, dan selalu mengerti akan sahabatnya, itu yang harus kami lakukan.
Si emak, itulah panggilanku untuknya. Karna sosoknya yang cukup dewasa dari diriku.. Hehehe...
Aku bersyukur buat si emak yang Tuhan berikan buatku. Tak ada yang bisa kubalas untuk semua yang dia lakukan, tapi satu hal.. Aku akan mengisi kisah persahabatan ini dengan hal-hal terindah dan tidak akan pernah terlupakan..
Lepas dari kisah pahitku tentang mereka yang sempat menjadi sahabat dalam hidupku, kini aku mulai menemukan kehidupan persahabatan yang baru. Tepatnya, seorang sahabat yang kudapatkan karena sebuah ketulusan yang tampak darinya.
Aku tahu ini bukti kebaikan Tuhan dalam hidupku. Ketika aku merasa sendiri, ditinggalkan oleh mereka yang dulu pernah menjadi bagian dari kebahagiaanku, Tuhan memberiku sosok sahabat yang mengerti diriku dan secara tidak langsung banyak mengajarkanku tentang bagaimana menjaga hubungan persahabatan dengan baik, sehingga kisah kelam itu tidak lagi terulang.
Sosok sahabat yang sederhana, tidak mudah tersinggung, menerimaku dan segala kekuranganku, serta rela menjadi tempatku mencurahkan isi hati. Hehehe... Tak hanya itu, ia juga sering memberi banyak masukan untukku. Cukup dewasa dariku, dan terlebih kami bisa saling melengkapi.
Berawal dari masa lalu, ia datang menjadi penghiburku ketika aku mengalami keterpurukan di tengah-tengah mereka yang menghakimiku. Ia mulai membangkitkan semangatku. Bahkan perlahan tapi pasti, ia bisa mengerti apa yang mereka tidak mengerti dariku. Turut larut dalam kesedihanku mengenang mereka yang menyakitiku, itu sudah cukup membuatku bersyukur punya sahabat sepertinya.
Aku sadar, aku terbatas.. Tapi satu yang menjadi prinsipku saat ini, bukan jumlah yang membuatku senang memiliki sahabat.. Tapi, bagaimana seorang sahabat dapat mengerti dan memahami apa yang dirasakan sahabatnya.
![]() |
| melii en emakk :D |
Si emak, itulah panggilanku untuknya. Karna sosoknya yang cukup dewasa dari diriku.. Hehehe...
Aku bersyukur buat si emak yang Tuhan berikan buatku. Tak ada yang bisa kubalas untuk semua yang dia lakukan, tapi satu hal.. Aku akan mengisi kisah persahabatan ini dengan hal-hal terindah dan tidak akan pernah terlupakan..
Sakit gigi VS Sakit hati
"lebih baik sakit gigi, daripada sakit hati iniii....." sepenggal lagu dangdut yang mungkin udah gak asing lagi di telinga kamu. Wah, lagu ini ternyata gak cuma sekedar lagu lho. Ada makna di balik lagu lawas ini. Apa sih maksudnya. Usut punya usut, ternyata sakit gigi itu hampir sama sakitnya dengan sakit hati. Apalagi saya yang langganan mengalami yang namanya sakit gigi, wuih.. Bukan maen bisa bikin kurus. Hihihii...
Guys, buat kamu yang pernah ngalamin kedua penyakit ini mungkin berpikir keduanya sama-sama menyakitkan. Namun, ada 1 hal yang sebenernya bisa ngebedain kedua penyakit ini yaitu OBAT!
Kalo sakit gigi, obatnya gampang banget didapet, banyak jenisnya, harganya murah dan sekali minum mungkin akan hilang nyerinya. Tapi, tahukah kamu obat untuk sakit hati?? Hmm.. Untuk penyakit yang satu ini obatnya cuma 1 jenis, susaaah banget dapetnya dan butuh waktu lama untuk penyembuhannya. Bokap JC katakan obat sakit hati itu adalah MENGAMPUNI.
Ketika berbicara obat ini, yakin deh seberapa dari kita akan berpikir panjang untuk membeli obat ini. Kenapa? Bukan karena mahal, tapi karena sangat sulit untuk dilakukan. Melalui pengalaman yang saya alami, sayapun juga sempat berpikir betapa sulitnya kita mengkonsumsi obat sakit hati ini. Karena terkadang kita manusia lebih cenderung mengikuti keinginan daging kita ketimbang mendengarkan suara Tuhan. Nah, apa yang mesti kita lakuin biar obat itu bisa kita minum dan hati kita bisa mengalami pemulihan?? Jawabnya, datang kepada DOKTER yang handal.. Dialah Tuhan!
Yakinlah, mulai dari dosis, indikasi, sampai efek samping akan pas untuk kesembuhan hidupmu.
Sakit hati cuma akan bikin kita ancur. Dengan MENGAMPUNI, percayalah hidupmu akan lebih bermakna! Memang obat itu pahit, kita harus banyak mengalami keadaan yang gak mengenakkan di sekitar kita.. tapi rasakan efeknya yang luar biasa. Datang kepada Dia dan alami pemulihan yang luar biasa.
Keep strong!! ^^
Guys, buat kamu yang pernah ngalamin kedua penyakit ini mungkin berpikir keduanya sama-sama menyakitkan. Namun, ada 1 hal yang sebenernya bisa ngebedain kedua penyakit ini yaitu OBAT!
Kalo sakit gigi, obatnya gampang banget didapet, banyak jenisnya, harganya murah dan sekali minum mungkin akan hilang nyerinya. Tapi, tahukah kamu obat untuk sakit hati?? Hmm.. Untuk penyakit yang satu ini obatnya cuma 1 jenis, susaaah banget dapetnya dan butuh waktu lama untuk penyembuhannya. Bokap JC katakan obat sakit hati itu adalah MENGAMPUNI.
Ketika berbicara obat ini, yakin deh seberapa dari kita akan berpikir panjang untuk membeli obat ini. Kenapa? Bukan karena mahal, tapi karena sangat sulit untuk dilakukan. Melalui pengalaman yang saya alami, sayapun juga sempat berpikir betapa sulitnya kita mengkonsumsi obat sakit hati ini. Karena terkadang kita manusia lebih cenderung mengikuti keinginan daging kita ketimbang mendengarkan suara Tuhan. Nah, apa yang mesti kita lakuin biar obat itu bisa kita minum dan hati kita bisa mengalami pemulihan?? Jawabnya, datang kepada DOKTER yang handal.. Dialah Tuhan!
Yakinlah, mulai dari dosis, indikasi, sampai efek samping akan pas untuk kesembuhan hidupmu.
Sakit hati cuma akan bikin kita ancur. Dengan MENGAMPUNI, percayalah hidupmu akan lebih bermakna! Memang obat itu pahit, kita harus banyak mengalami keadaan yang gak mengenakkan di sekitar kita.. tapi rasakan efeknya yang luar biasa. Datang kepada Dia dan alami pemulihan yang luar biasa.
Keep strong!! ^^
Pengampunan awal kemenangan
"Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian"
*Kolose 3:23_
Hoaaaaammm.... Ketika bangun dari tidurku, entah kenapa terlintas dalam benakku sebuah kata ini PENGAMPUNAN. Akupun segera membaca sebuah artikel tentang pengampunan dan menemukan ayat alkitab yang pas untuk menggambarkan sebuah pengampunan.
Hmm.. Kalo andah berpikir "kenapa sih pengampunan itu perlu untuk kita kerjakan?", "susah lho, untuk mengampuni sesama, apalagi kalo perbuatannya ke kita udah kelewat batas", atau mungkin ada yang berkata "mengampuni di luar, tapi dalemnya pasti masih ada dendam, hmm.. Sama aja!"
nah, disinilah kita akan belajar bagaimana cara mengampuni yang sesungguhnya, apalagi kita sebagai anak muda yang terang aja punya "Gengsi" yang gede. Hari genee gengsi?? Cape deh!
Nah, apa sih yang Tuhan sampaikan melalui renungan hari ini? Yuk, kita liat.
Simak kisah ini yah..
Nancy uda gak betah lagi di rumah, dia memilih kos. Ibunya sering marah dan mengucapkan kata kasar. Dia sudah ninggalin rumah selama 6 bulan. Suatu kali, dia menerima kabar kalo ibunya sedang sakit parah. Tapi Nancy sama sekali gak bergeming, ia merasa ibunya itu gak penting. Bahkan, sudah banyak hamba Tuhan yang menasehati dan mendoakan. Semua bilang kalo PENGAMPUNAN itu adalah sebuah KEPUTUSAN. Memang mengampuni itu sulit, tapi itu HARUS, agar terjadi perubahan hidup yang lebih baik lagi.
Nancy menunggu datangnya bus sekolah yang selalu menjemputnya. Saat menunggu itulah, dia bertemu teman lamanya di SMP. Dia bilang kalo sudah setahun lalu, ayahnya meninggal karena sakit. Dia menyesal gak bertemu dengan ayahnya karena sibuk nge-band keliling kota. Diapun berkata kepada Nancy, sejahat-jahatnya orangtua, dia tetap menyayangi anak-anaknya. Kalo ingin ada perubahan, lebih baik anak dulu aja yang berubah. Pasti ada jalan, daripada menyesal. Mendengar perkataan sahabatnya, spontan dia teringat ibunya. Hati kecilnya mulai merindukan ibu dan terdorong untuk bertemu. Singkat cerita, dia ke rumah sakit menemui ibunya. Waktu bertemu dengan ibunya, ada hal yang berbeda di wajah ibunya. Meski lemah, beliau masih bisa menunjukkan senyum bahagia saat melihat Nancy.
Wew..wew..wew.. Gmn ceritanya? Mengharukan. Nah disinilah kita belajar, memang yah anak muda itu punya stabilitas emosi yang luar biasa. Wajar-wajar aja kok. Akupun sempat ada dalam kondisi sama seperti Nancy (sekalipun bukan pada mama, tapi orang lain yang sangat mengencewakanku), bahkan semakin lama kepahitan itu semakin menguasaiku. Tapi guys, karena kita nih anak-anak Bokap JC yang udah mengerti pengorbananNya untuk menyelamatkan hidup kita. Itu artinya, kita harus melakukan apa yang Tuhan uda buat. Yaitu MENGAMPUNI, sekalipun sangat sakit mengampuni mereka yang bersalah kepada kita. Bahkan Tuhan Yesuspun sempat berdoa buat mereka yang telah menyalibkan DIA. Apa gak keren tuh? Hehe^
Nah Guys,, ini saatnya kita belajar dan terus menjadi baik. Teruslah melepaskan pengampunan untuk orang-orang yang udah menyakiti kita. Yakin, pasti hidup kita jauh akan lebih baik dari hari ke hari.
Keep on fire :)
*Kolose 3:23_
Hoaaaaammm.... Ketika bangun dari tidurku, entah kenapa terlintas dalam benakku sebuah kata ini PENGAMPUNAN. Akupun segera membaca sebuah artikel tentang pengampunan dan menemukan ayat alkitab yang pas untuk menggambarkan sebuah pengampunan.
Hmm.. Kalo andah berpikir "kenapa sih pengampunan itu perlu untuk kita kerjakan?", "susah lho, untuk mengampuni sesama, apalagi kalo perbuatannya ke kita udah kelewat batas", atau mungkin ada yang berkata "mengampuni di luar, tapi dalemnya pasti masih ada dendam, hmm.. Sama aja!"
nah, disinilah kita akan belajar bagaimana cara mengampuni yang sesungguhnya, apalagi kita sebagai anak muda yang terang aja punya "Gengsi" yang gede. Hari genee gengsi?? Cape deh!
Nah, apa sih yang Tuhan sampaikan melalui renungan hari ini? Yuk, kita liat.
Simak kisah ini yah..
Nancy uda gak betah lagi di rumah, dia memilih kos. Ibunya sering marah dan mengucapkan kata kasar. Dia sudah ninggalin rumah selama 6 bulan. Suatu kali, dia menerima kabar kalo ibunya sedang sakit parah. Tapi Nancy sama sekali gak bergeming, ia merasa ibunya itu gak penting. Bahkan, sudah banyak hamba Tuhan yang menasehati dan mendoakan. Semua bilang kalo PENGAMPUNAN itu adalah sebuah KEPUTUSAN. Memang mengampuni itu sulit, tapi itu HARUS, agar terjadi perubahan hidup yang lebih baik lagi.
Nancy menunggu datangnya bus sekolah yang selalu menjemputnya. Saat menunggu itulah, dia bertemu teman lamanya di SMP. Dia bilang kalo sudah setahun lalu, ayahnya meninggal karena sakit. Dia menyesal gak bertemu dengan ayahnya karena sibuk nge-band keliling kota. Diapun berkata kepada Nancy, sejahat-jahatnya orangtua, dia tetap menyayangi anak-anaknya. Kalo ingin ada perubahan, lebih baik anak dulu aja yang berubah. Pasti ada jalan, daripada menyesal. Mendengar perkataan sahabatnya, spontan dia teringat ibunya. Hati kecilnya mulai merindukan ibu dan terdorong untuk bertemu. Singkat cerita, dia ke rumah sakit menemui ibunya. Waktu bertemu dengan ibunya, ada hal yang berbeda di wajah ibunya. Meski lemah, beliau masih bisa menunjukkan senyum bahagia saat melihat Nancy.
Wew..wew..wew.. Gmn ceritanya? Mengharukan. Nah disinilah kita belajar, memang yah anak muda itu punya stabilitas emosi yang luar biasa. Wajar-wajar aja kok. Akupun sempat ada dalam kondisi sama seperti Nancy (sekalipun bukan pada mama, tapi orang lain yang sangat mengencewakanku), bahkan semakin lama kepahitan itu semakin menguasaiku. Tapi guys, karena kita nih anak-anak Bokap JC yang udah mengerti pengorbananNya untuk menyelamatkan hidup kita. Itu artinya, kita harus melakukan apa yang Tuhan uda buat. Yaitu MENGAMPUNI, sekalipun sangat sakit mengampuni mereka yang bersalah kepada kita. Bahkan Tuhan Yesuspun sempat berdoa buat mereka yang telah menyalibkan DIA. Apa gak keren tuh? Hehe^
Nah Guys,, ini saatnya kita belajar dan terus menjadi baik. Teruslah melepaskan pengampunan untuk orang-orang yang udah menyakiti kita. Yakin, pasti hidup kita jauh akan lebih baik dari hari ke hari.
Keep on fire :)
Kisah lalu yang terlewatkan
Perasaan "aneh" saat ini sedang melandaku.. Entah kenapa saat ini di benakku telintas seseorang dari masa laluku yang pernah menorehkan kisah indah dalam hidupku. Walaupun singkat, ternyata kisah itu saat ini membuatku teringat kembali. Seseorang yang dulu pernah mengajakku menjejali sebuah hubungan. Namun, karena banyak pertimbangan dariku tentang banyak hal bahkan kisah pahit yang pernah kulalui saat itu, membuatku belum siap untuk bisa menjalani hubungan dengannya. Akupun memberanikan diri melepas hubungan ini, dengan alasan ingin lebih dulu mengenalnya jauh dari yang kukenal saat ini. Padahal, keputusan itu kuambil karena adanya "bayang-bayang masa lalu" yang membuatku belum siap menjalin hubungan lagi. Hubungan inipun berakhir hanya sampai hari ke 3. Oh God, aku sungguh jahat padanya!! Setelah kejadian itu, diapun tak lagi nampak di hadapanku.
Selang beberapa bulan tak lagi mengetahui kabarnya, aku mendengar kabar bahwa dia sungguh kecewa bahkan sangat kecewa dengan keputusan yang kubuat saat itu. Bahkan tak jarang, mereka yang tahu akan kisah ini menyalahkanku. Memang aku yang salah. Ingin kucoba memberanikan diri menghubunginya, namun rasa bersalahku padanya terus menghantui.
Lama tak mendengar kabarnya, akhirnya suatu kali kudengar kabar bahwa ia sudah mendapatkan seseorang yang mungkin jauh lebih baik dariku. Awalnya, aku merasa ikut berbahagia.. Paling tidak dia tidak lagi terlarut pada kekecewaan akibat perbuatanku di waktu itu.
Namun seiring berjalannya waktu, entah mengapa hati ini kembali merindukannya, sosoknya yang sederhana, pekerja keras, humoris, dan dewasa membuatku kembali pada masa-masa indah yang pernah kulalui bersamanya, sekalipun itu sangat singkat!
Bahkan sampe detik ini, entah mengapa perasaan itu terus muncul. Aku tahu, aku gak boleh egois. Dia sudah memiliki kekasih. Tidak seharusnya aku masuk dalam kehidupannya yang baru. Yang pasti, satu yang kuharapkan dia mendapat yang terbaik untuk kebahagiaannya. Sempat terlintas dalam benakku, bisakah aku mendapatkan sosok seperti dia yang lain? Mungkin akan sangat sulit.
Sekalipun perasaan ini kembali muncul, aku tak berharap banyak. Aku hanya berharap dia menemukan kebahagian dengan atau tanpa diriku. Disini aku menyadari saat itu adalah satu kesalahan besar yang kulakukan. Dan saat ini pula, aku merasakan akibat dari kesalahan itu. Satu hal yang kusyukuri, aku dapat belajar untuk merelakan dia yang kucintai, demi kebahagiaannya. Cinta gak harus memiliki kan? Yang penting dia bahagia, itu uda cukup buatku ^^
Selang beberapa bulan tak lagi mengetahui kabarnya, aku mendengar kabar bahwa dia sungguh kecewa bahkan sangat kecewa dengan keputusan yang kubuat saat itu. Bahkan tak jarang, mereka yang tahu akan kisah ini menyalahkanku. Memang aku yang salah. Ingin kucoba memberanikan diri menghubunginya, namun rasa bersalahku padanya terus menghantui.
Lama tak mendengar kabarnya, akhirnya suatu kali kudengar kabar bahwa ia sudah mendapatkan seseorang yang mungkin jauh lebih baik dariku. Awalnya, aku merasa ikut berbahagia.. Paling tidak dia tidak lagi terlarut pada kekecewaan akibat perbuatanku di waktu itu.
Namun seiring berjalannya waktu, entah mengapa hati ini kembali merindukannya, sosoknya yang sederhana, pekerja keras, humoris, dan dewasa membuatku kembali pada masa-masa indah yang pernah kulalui bersamanya, sekalipun itu sangat singkat!
Bahkan sampe detik ini, entah mengapa perasaan itu terus muncul. Aku tahu, aku gak boleh egois. Dia sudah memiliki kekasih. Tidak seharusnya aku masuk dalam kehidupannya yang baru. Yang pasti, satu yang kuharapkan dia mendapat yang terbaik untuk kebahagiaannya. Sempat terlintas dalam benakku, bisakah aku mendapatkan sosok seperti dia yang lain? Mungkin akan sangat sulit.
Sekalipun perasaan ini kembali muncul, aku tak berharap banyak. Aku hanya berharap dia menemukan kebahagian dengan atau tanpa diriku. Disini aku menyadari saat itu adalah satu kesalahan besar yang kulakukan. Dan saat ini pula, aku merasakan akibat dari kesalahan itu. Satu hal yang kusyukuri, aku dapat belajar untuk merelakan dia yang kucintai, demi kebahagiaannya. Cinta gak harus memiliki kan? Yang penting dia bahagia, itu uda cukup buatku ^^
Senin, 24 Januari 2011
Berhikmat Dooooooooonnnkkk.........
"Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik."
(Yakobus 3:17)
Ada sebuah cerita neh... Sebut aja si Nana. Waktu shoping en lagi milih baju, si Nana bingung.. Kemudian dia bertanya pada Tuhan. "Tuhan.. Aku bingung nih, warna baju yang cocok mana yah.. Pilihin donk??" Tiba-tiba Tuhan menjawab, "maap nak, I'M your FATHER, not your MOTHER." hahahaha...
Ada satu kisah lagi, sebut aja si Roy. Dia pengen banget dapet pacar trus dia berdoa "Tuhan... Siapa orang yang akan jadi pacarku yak?? Berikanlah aku tanda. Jika ada cewek yang melintas di depan rumahku pada pukul 16.00 ini, dialah yang KAU kirimkan kepadaku." Tepat seperti doanya.. Pada pukul 16.00 ada cewek yang melintas di depan rumahnya, tapi si Roy gak mau. Lho, kok?? Ya iyalah! Orang yang lewat nenek-nenek sebelah rumah! Jelas aja si Roy ngedumel sendiri.. Wuakakakakak....
Guys, apa yang ada di benakmu mengenai ilustrasi di atas??
Seringkali kita bertanya pada Tuhan mengenai "Hal-hal konyol" yang nggak perlu dipertanyakan. "Lho, jadinya kalo ngambil keputusan....nggak usah nanya TUHAN geeetooo?!" Oh..no.no...!! Maksudnyaaaa.. Coba kita pikir, masa Tuhan tuh mengurusi segala detail hal-hal kecil yang berhubungan ama perlengkapan pribadimu. Ato...pas lagi mau ambil keputusan...tanya Tuhan terus, padahal Dia uda ngasih jawaban YA ato TIDAK,, ehh..tapi teteeep aja ngulang nanya..nanya..en nanya lagi. Wuah... Itu mah 'ketik C spasi D... Cape Deh :P'. Untung Tuhan gak ngomong gitu. Guys, mengandalkan TUHAN itu BAGUS. Caranya?? Berdoa minta hikmat, percayalah bahwa Tuhan akan mengajarkan hal-hal yang bisa mendewasakan kita. Tuhan tuh pengen kita untuk lebih "Berpikir" en "Bertindak", ketimbang suka 'Nanya' doank! Kan uda dikasi hikmat? Tul gak???
Bingung nentuin sikap.. Ngambil keputusan yang tepat?? Inget! Berhikmat gitu lho! Semua yang murni, yang gak mikirin diri sendiri, suka damai, memiliki belas kasih, nggak munafik dan memihak.. Itulah ciri hikmat dari Tuhan..
So... Belajar utuk lebih berhikmat yuuukk...!!!^_^
(Yakobus 3:17)
Ada sebuah cerita neh... Sebut aja si Nana. Waktu shoping en lagi milih baju, si Nana bingung.. Kemudian dia bertanya pada Tuhan. "Tuhan.. Aku bingung nih, warna baju yang cocok mana yah.. Pilihin donk??" Tiba-tiba Tuhan menjawab, "maap nak, I'M your FATHER, not your MOTHER." hahahaha...
Ada satu kisah lagi, sebut aja si Roy. Dia pengen banget dapet pacar trus dia berdoa "Tuhan... Siapa orang yang akan jadi pacarku yak?? Berikanlah aku tanda. Jika ada cewek yang melintas di depan rumahku pada pukul 16.00 ini, dialah yang KAU kirimkan kepadaku." Tepat seperti doanya.. Pada pukul 16.00 ada cewek yang melintas di depan rumahnya, tapi si Roy gak mau. Lho, kok?? Ya iyalah! Orang yang lewat nenek-nenek sebelah rumah! Jelas aja si Roy ngedumel sendiri.. Wuakakakakak....
Guys, apa yang ada di benakmu mengenai ilustrasi di atas??
Seringkali kita bertanya pada Tuhan mengenai "Hal-hal konyol" yang nggak perlu dipertanyakan. "Lho, jadinya kalo ngambil keputusan....nggak usah nanya TUHAN geeetooo?!" Oh..no.no...!! Maksudnyaaaa.. Coba kita pikir, masa Tuhan tuh mengurusi segala detail hal-hal kecil yang berhubungan ama perlengkapan pribadimu. Ato...pas lagi mau ambil keputusan...tanya Tuhan terus, padahal Dia uda ngasih jawaban YA ato TIDAK,, ehh..tapi teteeep aja ngulang nanya..nanya..en nanya lagi. Wuah... Itu mah 'ketik C spasi D... Cape Deh :P'. Untung Tuhan gak ngomong gitu. Guys, mengandalkan TUHAN itu BAGUS. Caranya?? Berdoa minta hikmat, percayalah bahwa Tuhan akan mengajarkan hal-hal yang bisa mendewasakan kita. Tuhan tuh pengen kita untuk lebih "Berpikir" en "Bertindak", ketimbang suka 'Nanya' doank! Kan uda dikasi hikmat? Tul gak???
Bingung nentuin sikap.. Ngambil keputusan yang tepat?? Inget! Berhikmat gitu lho! Semua yang murni, yang gak mikirin diri sendiri, suka damai, memiliki belas kasih, nggak munafik dan memihak.. Itulah ciri hikmat dari Tuhan..
So... Belajar utuk lebih berhikmat yuuukk...!!!^_^
Akhir Liburanku
Minggu, 16 januari 2011 pukul 05:43, kubuka mata dari tidurku dan melihat sekitarku. Ckckck... Aku sudah benar-benar ada di makasar dan tak lagi mendengar suara ocehan mamah, suara ocehan keponakan, daan terlebih ocehan si kecil Riel (keponakan terkecilku yang berusia 2 tahun).
Dengan ditemani bunyi hujan yang tak henti-hentinya turun sejak aku menginjakkan kaki di kota makassar ini, akupun mencoba menenangkan diriku sendiri dari bayang-bayang kota Bontang yang baru kemarin kutinggalkan. Banyak kenangan indah kurasakan pada liburan kali ini, mulai dari suasana rumah yang sangat kental dengan kekeluargaannya, pasang surut usaha yang juga sering muncul di tengah keluarga, sampai perjalanan panjang mengitari kota Bontang bersama teman-teman di gereja. Sungguh, kalau bukan alasan melanjutkan kuliah mungkin sampai saat ini tak ada niatku meninggalkan kota yang masih tampak kecil namun indah itu.
Kembali menikmati suasana kampus, terjun pada pelayanan yang JUJUR.. Terkadang membuatku jenuh (karna masalah dan tekanan-tekanan luar yang gak berhenti mengganggu pelayananku).. Dan lagi, melakukan pekerjaan rumah yang cukup menguras energiku. Oh God, berpikir ini membuatku ingin segera menyelesaikan semua pendidikanku disini dan kembali bersama mereka yang kusayangi dan menyayangiku. Tapi apa daya., masih sangat panjang perjalananku! Butuh waktu lama untuk mewujudkan impian itu. Tapi aku percaya, itu waktunya Tuhan. Semua akan indah pada waktunya.
Sebelum meninggalkan kota Bontang menuju ke Makassar, entah mengapa perasaan hatiku seperti sedang dibebani sebuah batu besar yang membuatku terasa sangat berat untuk kembali ke kota Makassar. Bahkan tak malu-malu kuceritakan bagaimana aku meneteskan banyak airmata ketika sampai di rumah (makassar) kemudian memutar beberapa video yang sempat kuambil ketika berada di Bontang, dan kemudian mendengar lagu-lagu Praise n Worship dari True Worshipper yang membuatku teringat dengan suasana rumah di sana. Oh God, rasanya ingin segera kembali ke sana dan kembali memeluk mereka. Tapi aku tahu, aku gak boleh egois. Di balik kerinduan yang terdalam itu, masi ada segumpal harapan kedua orang tuaku yang masih harus kujalani sampai mampu terwujudkan. Dengan berbekal doa kedua orangtuaku dan usaha kerasku, aku bakal berusaha sekuat mungkin sampai mimpi mama dan papaku terwujud dan kerinduanku untuk kembali menikmati suasana terbaik bersama mereka yang tersayang juga bisa kurasakan kembali.
Miss u all :')
Dengan ditemani bunyi hujan yang tak henti-hentinya turun sejak aku menginjakkan kaki di kota makassar ini, akupun mencoba menenangkan diriku sendiri dari bayang-bayang kota Bontang yang baru kemarin kutinggalkan. Banyak kenangan indah kurasakan pada liburan kali ini, mulai dari suasana rumah yang sangat kental dengan kekeluargaannya, pasang surut usaha yang juga sering muncul di tengah keluarga, sampai perjalanan panjang mengitari kota Bontang bersama teman-teman di gereja. Sungguh, kalau bukan alasan melanjutkan kuliah mungkin sampai saat ini tak ada niatku meninggalkan kota yang masih tampak kecil namun indah itu.
Kembali menikmati suasana kampus, terjun pada pelayanan yang JUJUR.. Terkadang membuatku jenuh (karna masalah dan tekanan-tekanan luar yang gak berhenti mengganggu pelayananku).. Dan lagi, melakukan pekerjaan rumah yang cukup menguras energiku. Oh God, berpikir ini membuatku ingin segera menyelesaikan semua pendidikanku disini dan kembali bersama mereka yang kusayangi dan menyayangiku. Tapi apa daya., masih sangat panjang perjalananku! Butuh waktu lama untuk mewujudkan impian itu. Tapi aku percaya, itu waktunya Tuhan. Semua akan indah pada waktunya.
Sebelum meninggalkan kota Bontang menuju ke Makassar, entah mengapa perasaan hatiku seperti sedang dibebani sebuah batu besar yang membuatku terasa sangat berat untuk kembali ke kota Makassar. Bahkan tak malu-malu kuceritakan bagaimana aku meneteskan banyak airmata ketika sampai di rumah (makassar) kemudian memutar beberapa video yang sempat kuambil ketika berada di Bontang, dan kemudian mendengar lagu-lagu Praise n Worship dari True Worshipper yang membuatku teringat dengan suasana rumah di sana. Oh God, rasanya ingin segera kembali ke sana dan kembali memeluk mereka. Tapi aku tahu, aku gak boleh egois. Di balik kerinduan yang terdalam itu, masi ada segumpal harapan kedua orang tuaku yang masih harus kujalani sampai mampu terwujudkan. Dengan berbekal doa kedua orangtuaku dan usaha kerasku, aku bakal berusaha sekuat mungkin sampai mimpi mama dan papaku terwujud dan kerinduanku untuk kembali menikmati suasana terbaik bersama mereka yang tersayang juga bisa kurasakan kembali.
Miss u all :')
Jumat, 14 Januari 2011
Don't be cry mom!!
Di pagi hari ini, kali pertama aku melihat tetesan airmata mengalir dari mata sang ibu. Serasa teriris-iris hatiku ketika melihat tetesan airmata itu. Beban mama tampak terlihat dari raut wajah sedihnya. Rasanya ingin aku memeluknya, tapi entah mengapa aku tak sanggup memeluk tubuh itu. Aku tak sanggup merasakan betapa sedih hati perempuan tua yang telah melahirkan aku.
Tetesan airmata itu keluar dari perasaan sakit yang mendalam dari rintihan hati mama. Tentang sebuah kisah yang tak bisa kuungkapkan. Tentang apa yang terjadi di masa lalu dalam keluargaku, dan sampai detik ini sangat berbekas.
Kata maaf yang mendalam dari dulu sudah terucap dari mama, tapi entah mengapa mereka yang bersalah seakan tak merasa bersalah dan seringkali tak menghiraukan harapan mama. Rasanya aku ingin berteriak pada mereka, "hey.. Taukah kamu.. Beliau orangtua kita, tidak bisakah kamu membahagiakan beliau sedikiit saja?? Tidak bisa kah kalian tidak menyalahkan beliau?? Bahkan sampai detik ini mereka masih menyayangi kalian?? Adakah sedikit hati kalian mengerti dan tau apa yang jadi impian beliau???".
Kalimat-kalimat itu mungkin hanya akan terucap dalam hati. Aku tak mampu berucap apa-apa, karna aku sendiri juga belum bisa membuktikan kepada orangtuaku bagaimana aku bisa membahagiakan mereka.
Beban mama dan papa makin bertambah. Ingin rasanya aku membantu mereka dengan cara apapun. Tapi apa daya, aku masi belum mampu. Satu-satunya jalan, aku harus melewati proses yang panjang dahulu, setelah itu menjadi apa yang mereka mau tentu saja dengan pertolongan Tuhanku yang dahsyat. Sehingga, tak lagi airmata kesedihan dan raut wajah sedih yang nampak, tetapi wajah berseri dan air mata kebahagiaan yang terlihat jelas dari beliau..
So, don't be cry mom! :')
Tetesan airmata itu keluar dari perasaan sakit yang mendalam dari rintihan hati mama. Tentang sebuah kisah yang tak bisa kuungkapkan. Tentang apa yang terjadi di masa lalu dalam keluargaku, dan sampai detik ini sangat berbekas.
Kata maaf yang mendalam dari dulu sudah terucap dari mama, tapi entah mengapa mereka yang bersalah seakan tak merasa bersalah dan seringkali tak menghiraukan harapan mama. Rasanya aku ingin berteriak pada mereka, "hey.. Taukah kamu.. Beliau orangtua kita, tidak bisakah kamu membahagiakan beliau sedikiit saja?? Tidak bisa kah kalian tidak menyalahkan beliau?? Bahkan sampai detik ini mereka masih menyayangi kalian?? Adakah sedikit hati kalian mengerti dan tau apa yang jadi impian beliau???".
Kalimat-kalimat itu mungkin hanya akan terucap dalam hati. Aku tak mampu berucap apa-apa, karna aku sendiri juga belum bisa membuktikan kepada orangtuaku bagaimana aku bisa membahagiakan mereka.
Beban mama dan papa makin bertambah. Ingin rasanya aku membantu mereka dengan cara apapun. Tapi apa daya, aku masi belum mampu. Satu-satunya jalan, aku harus melewati proses yang panjang dahulu, setelah itu menjadi apa yang mereka mau tentu saja dengan pertolongan Tuhanku yang dahsyat. Sehingga, tak lagi airmata kesedihan dan raut wajah sedih yang nampak, tetapi wajah berseri dan air mata kebahagiaan yang terlihat jelas dari beliau..
So, don't be cry mom! :')
Minggu, 09 Januari 2011
Tentang Liburanku..
Gak terasa, uda lebih dari 2 minggu waktu kuhabiskan bersama keluargaku di Bontang. Kota asalku, kota tempat kelahiranku, kota tempat aku dibesarkan. Memanfaatkan libur semester ganjil, sekaligus ajang untuk merayakan moment natal dan tahun baru bersama keluarga. Bahagia yang tak terkira! Itulah yang kurasa ketika pertama kali aku menginjakkan kaki di halaman depan rumahku, setelah kurang lebih 1 tahun aku tak berada di sana dan saat bertemu dengan keluarga besarku di rumah.
Bertemu mereka dalam keadaan sehat, itu sudah membuatku sangat bersyukur. Apalagi ketika melihat senyum mereka, membuatku semakin ingin terus mengucapkan syukur terdalam buat kesempatan emas yang Tuhan berikan ini. Hari demi hari kulewati, kutatap wajah tiap anggota keluargaku. Wah, aku terkaget ketika melihat postur tubuh keponakan dan adik-adikku yang sangat jauh berbeda ketika dulu aku berangkat meninggalkan kota Bontang. Mereka semakin besar! Tatapanku terhenti pada kedua orangtuaku. Rambut yang dulu segar, kini tampak memutih. Tubuh ayah yang dulu tinggi, tegap, dan tampak perkasa.. Kini mulai membungkuk, keriput, dan seakan menunjukkan raut kelemahan. Mama yang dulu tampak muda, putih, dan segar.. Kini tampak tua, hitam, dan keriput. Aku sadar akan kenyataan ini, bahwa waktu terus berputar dan mau tidak mau, semua akan berubah.
Waktu inipun tidak kubuang begitu saja, kucoba untuk melakukan banyak hal yang berkesan sebelum tiba waktunya aku harus kembali ke kota Makassar. Mulai dari bertemu teman-teman gereja (melayani bersama), mengunjungi tempat-tempat hiburan bersama saudara dan teman-teman, dan tidak lupa mengabadikannya dalam bentuk video atau foto.
Satu hal yang menarik perhatianku dan akan terus terngiang dalam memoryku, yaitu ketika aku berkunjung ke tempat ayahku bekerja. Oh God, pekerjaan yang melelahkan! Itulah yang ada dalam benakku pertama kali ketika melihat suasana di tempat itu. Mama dengan sigapnya mengomandokan mereka yang bekerja untuk ayah.
Ayahku membangun usaha meubel kecil-kecilan. Itulah sumber utama penghasilan kluarga kami. Sedih juga, ketika aku harus mendengar ayah dan ibu bercerita mengenai pasang surut usaha ini. Gak jarang, usaha ini mengalami kemunduran oleh macam-macam faktor. Ingin rasanya aku menangis ketika harus menyadari betapa susahnya kedua orangtuaku bekerja untuk membiayai perkuliahan kami. Namun dibalik cerita suka dan duka itu, ada sebuah harapan dan impian kedua orangtuaku yang ditanamkan kepada kami. Mereka ingin kami menjadi anak-anak yang berhasil, anak-anak yang sukses. Sejenak akupun ingin memeluk mereka dan mencium mereka.
Hal ini membuatku tersadar, betapa berharganya mereka. Aku semakin yakin untuk terus berjuang dalam perkuliahan ini. Seberapapun sulitnya, aku harus hadapi itu.. Sampai mimpi mereka terwujud. Kalau mereka bisa berjuang untuk kami, kenapa tidak aku juga akan berjuang untuk mereka! Bahkan sampai dayakupun sudah habis. Semua untuk mereka!
Love u mom, dad!!
:'*
Bertemu mereka dalam keadaan sehat, itu sudah membuatku sangat bersyukur. Apalagi ketika melihat senyum mereka, membuatku semakin ingin terus mengucapkan syukur terdalam buat kesempatan emas yang Tuhan berikan ini. Hari demi hari kulewati, kutatap wajah tiap anggota keluargaku. Wah, aku terkaget ketika melihat postur tubuh keponakan dan adik-adikku yang sangat jauh berbeda ketika dulu aku berangkat meninggalkan kota Bontang. Mereka semakin besar! Tatapanku terhenti pada kedua orangtuaku. Rambut yang dulu segar, kini tampak memutih. Tubuh ayah yang dulu tinggi, tegap, dan tampak perkasa.. Kini mulai membungkuk, keriput, dan seakan menunjukkan raut kelemahan. Mama yang dulu tampak muda, putih, dan segar.. Kini tampak tua, hitam, dan keriput. Aku sadar akan kenyataan ini, bahwa waktu terus berputar dan mau tidak mau, semua akan berubah.
Waktu inipun tidak kubuang begitu saja, kucoba untuk melakukan banyak hal yang berkesan sebelum tiba waktunya aku harus kembali ke kota Makassar. Mulai dari bertemu teman-teman gereja (melayani bersama), mengunjungi tempat-tempat hiburan bersama saudara dan teman-teman, dan tidak lupa mengabadikannya dalam bentuk video atau foto.
Satu hal yang menarik perhatianku dan akan terus terngiang dalam memoryku, yaitu ketika aku berkunjung ke tempat ayahku bekerja. Oh God, pekerjaan yang melelahkan! Itulah yang ada dalam benakku pertama kali ketika melihat suasana di tempat itu. Mama dengan sigapnya mengomandokan mereka yang bekerja untuk ayah.
Ayahku membangun usaha meubel kecil-kecilan. Itulah sumber utama penghasilan kluarga kami. Sedih juga, ketika aku harus mendengar ayah dan ibu bercerita mengenai pasang surut usaha ini. Gak jarang, usaha ini mengalami kemunduran oleh macam-macam faktor. Ingin rasanya aku menangis ketika harus menyadari betapa susahnya kedua orangtuaku bekerja untuk membiayai perkuliahan kami. Namun dibalik cerita suka dan duka itu, ada sebuah harapan dan impian kedua orangtuaku yang ditanamkan kepada kami. Mereka ingin kami menjadi anak-anak yang berhasil, anak-anak yang sukses. Sejenak akupun ingin memeluk mereka dan mencium mereka.
Hal ini membuatku tersadar, betapa berharganya mereka. Aku semakin yakin untuk terus berjuang dalam perkuliahan ini. Seberapapun sulitnya, aku harus hadapi itu.. Sampai mimpi mereka terwujud. Kalau mereka bisa berjuang untuk kami, kenapa tidak aku juga akan berjuang untuk mereka! Bahkan sampai dayakupun sudah habis. Semua untuk mereka!
Love u mom, dad!!
:'*
Kamis, 30 Desember 2010
Catatan akhir tahunku
Hwaaaaaaa.....
Gak nyangka,, hari ini hari terakhir di tahun 2010. Aku belum nyiapin apapun untuk melangkah ke tahun 2011. Harapan dan doapun belum kurangkai untuk menyambut tahun yang baru yang akan kita lewati sebentar malam, tepatnya pada pukul 00.00.
Hm..
Yang pasti tahun 2010 ini adalah tahun terberat yang kulewati. Ada banyak masalah, pergumulan, tantangan, kekhawatiran, kekecewaan, bahkan tidak sedikit dosa yang kulakukan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Sebelum memasuki tahun 2011, pengen rasanya aku bungkus semua perasaan itu ke dalam sebuah bungkusan doa.. Lalu kubuang jauh-jauh sampai tak terlihat. Kemudian memasuki tahun 2011 seperti kertas putih yang masi bersih, yg akan kuisi dengan tinta-tinta kehidupan yang jauh lebih berharga.
Tahun 2010, banyak kekecewaan yang kurasa.. Cinta, persahabatan, bahkan tidak jarang kehidupan di rumahkupun membawaku pada satu kekecewaan yang terkadang membuatku ingin menyerah dalam hidupku. Namun, aku bersyukur.. Ketika aku mulai tenggelam dalam kekecewaan itu, tidak berdaya, dan mulai jatuh.. Tuhan slalu mengingatkanku untuk bangkit kembali, tentunya dengan pertolongan Tuhan. Akupun merasakan kekuatan baru dariNya.
Kekhawatiran, hal inipun gak henti-hentinya menghantui kehidupanku selama tahun 2010. Hidup jauh dari orangtua gak kupungkiri membuatku slalu khawatir akan apa yang akan kumakan, minum, pakai.. Terlebih ketika harus mendengar kondisi orangtua yang kutinggal jauh disana mulai mengalami penurunan kesehatan, sedih rasanya.. :( namuuunn... Lagi-lagi, sewaktu kekhawatiran itu timbul.. My God, mulai berbicara dalam hidupku.. Beliau bilang "hai anakKu.. Knp kamu khawatir, aku Tuhan yang punya segalanya.. Aku akan mencukupkan apa yang kamu butuhkan".. Saat mendengar kata-kata itu, aku cuma bisa bilang "owh.. Thanks my Father.. You're my God forever" dan BENAR.. Apa yang aku butuhkan selalu ada TEPAT PADA WAKTUNYA.
Tantangan.. Ada banyak tantangan hidup yang kualami sepanjang tahun 2010. Terkadang tantangan itupun membuatku lupa akan keberadaan Tuhan. Ketika mengingat kebelakang, ada satu tantangan hidup yang hampir saja membuat hidupku hancur. Namun, aku sangaaat bersyukur.. Di tengah-tengah tantangan hidup itu, Tuhan mengingatkanku.. Seakan mencoba menyadarkanku dari apa yang kulakukan dan akhirnya, tantangan itupun dapat kulewati dengan tidak membawaku lebih jauh lagi jatuh ke dalam dosa. Selain itu, iblis pun sering mencoba membuatku lupa akan Tuhan, melalui tantangan-tantangan yang mulai dari kecil maupun yang besar! Yang pasti dari semuanya,, Tuhan selalu baik dan memperhatikanku. Di saat-saat terpuruk sekalipun!
Jauh dari semuanya, UCAPAN SYUKUR terdalam lah yang ingin kusampaikan kepada Tuhanku yang telah membawaku sampai pada penghujung tahun 2010 ini. Berkumpul bersama keluarga dan melihat mereka dalam keadaan sehat adalah hal terindah yang boleh aku rasakan saat ini..
Bertumpuk DOApun ingin kusampaikan spesial untuk KELUARGA, PENDIDIKAN, PRIBADI, PELAYANAN DAN MASA DEPANku. Berharap semua menjadi bagian Tuhan, dan apapun yang akan terjadi di tahun yg baru nanti akan membuatku semakin kuat di dalamNya dan lebih mengerti akan makna hidup ini,, terlebih membuatku jauh lebih dewasa dalam menghadapi tiap tantangan hidup yang akan kujalani.
Menutup tahun 2010 di dalam nama Yesus, dan menyambut tahun 2011 di dalam nama Yesus. Yakin, akan ada pengharapan yang jauh lebih besar di dalam namaNya.
Happy new Year ^^
Gak nyangka,, hari ini hari terakhir di tahun 2010. Aku belum nyiapin apapun untuk melangkah ke tahun 2011. Harapan dan doapun belum kurangkai untuk menyambut tahun yang baru yang akan kita lewati sebentar malam, tepatnya pada pukul 00.00.
Hm..
Yang pasti tahun 2010 ini adalah tahun terberat yang kulewati. Ada banyak masalah, pergumulan, tantangan, kekhawatiran, kekecewaan, bahkan tidak sedikit dosa yang kulakukan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Sebelum memasuki tahun 2011, pengen rasanya aku bungkus semua perasaan itu ke dalam sebuah bungkusan doa.. Lalu kubuang jauh-jauh sampai tak terlihat. Kemudian memasuki tahun 2011 seperti kertas putih yang masi bersih, yg akan kuisi dengan tinta-tinta kehidupan yang jauh lebih berharga.
Tahun 2010, banyak kekecewaan yang kurasa.. Cinta, persahabatan, bahkan tidak jarang kehidupan di rumahkupun membawaku pada satu kekecewaan yang terkadang membuatku ingin menyerah dalam hidupku. Namun, aku bersyukur.. Ketika aku mulai tenggelam dalam kekecewaan itu, tidak berdaya, dan mulai jatuh.. Tuhan slalu mengingatkanku untuk bangkit kembali, tentunya dengan pertolongan Tuhan. Akupun merasakan kekuatan baru dariNya.
Kekhawatiran, hal inipun gak henti-hentinya menghantui kehidupanku selama tahun 2010. Hidup jauh dari orangtua gak kupungkiri membuatku slalu khawatir akan apa yang akan kumakan, minum, pakai.. Terlebih ketika harus mendengar kondisi orangtua yang kutinggal jauh disana mulai mengalami penurunan kesehatan, sedih rasanya.. :( namuuunn... Lagi-lagi, sewaktu kekhawatiran itu timbul.. My God, mulai berbicara dalam hidupku.. Beliau bilang "hai anakKu.. Knp kamu khawatir, aku Tuhan yang punya segalanya.. Aku akan mencukupkan apa yang kamu butuhkan".. Saat mendengar kata-kata itu, aku cuma bisa bilang "owh.. Thanks my Father.. You're my God forever" dan BENAR.. Apa yang aku butuhkan selalu ada TEPAT PADA WAKTUNYA.
Tantangan.. Ada banyak tantangan hidup yang kualami sepanjang tahun 2010. Terkadang tantangan itupun membuatku lupa akan keberadaan Tuhan. Ketika mengingat kebelakang, ada satu tantangan hidup yang hampir saja membuat hidupku hancur. Namun, aku sangaaat bersyukur.. Di tengah-tengah tantangan hidup itu, Tuhan mengingatkanku.. Seakan mencoba menyadarkanku dari apa yang kulakukan dan akhirnya, tantangan itupun dapat kulewati dengan tidak membawaku lebih jauh lagi jatuh ke dalam dosa. Selain itu, iblis pun sering mencoba membuatku lupa akan Tuhan, melalui tantangan-tantangan yang mulai dari kecil maupun yang besar! Yang pasti dari semuanya,, Tuhan selalu baik dan memperhatikanku. Di saat-saat terpuruk sekalipun!
Jauh dari semuanya, UCAPAN SYUKUR terdalam lah yang ingin kusampaikan kepada Tuhanku yang telah membawaku sampai pada penghujung tahun 2010 ini. Berkumpul bersama keluarga dan melihat mereka dalam keadaan sehat adalah hal terindah yang boleh aku rasakan saat ini..
Bertumpuk DOApun ingin kusampaikan spesial untuk KELUARGA, PENDIDIKAN, PRIBADI, PELAYANAN DAN MASA DEPANku. Berharap semua menjadi bagian Tuhan, dan apapun yang akan terjadi di tahun yg baru nanti akan membuatku semakin kuat di dalamNya dan lebih mengerti akan makna hidup ini,, terlebih membuatku jauh lebih dewasa dalam menghadapi tiap tantangan hidup yang akan kujalani.
Menutup tahun 2010 di dalam nama Yesus, dan menyambut tahun 2011 di dalam nama Yesus. Yakin, akan ada pengharapan yang jauh lebih besar di dalam namaNya.
Happy new Year ^^
Senin, 27 Desember 2010
Be your self
Tanpa kita sadari.. Waktu demi waktu, sudah, pasti, sedang, dan akan berlalu. Seiring berlalunya waktu, banyak perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri kita yang mau ato gak mau udah terjadi dalam idup kita. Umur, postur tubuh, penampilan, terlebih pola pikir. Itulah yang dominan nampak dalam diri kita ketika kita mulai menyadari akan perubahan itu..
Sebelum membaringkan diri di tempat tidur malam ini, aku ingin bercerita sedikit bagaimana saat ini aku mulai menemukan jati diriku yang sesungguhnya. Gak muluk-muluk, gak terpengaruh oleh faktor luar, udah mampu mengambil keputusan sendiri dan siap menanggung resikonya.
Soal fisik.. Entahlah, orang mau anggap tambah cantik, jelek, gendut, kurus. Itu kembali pada penilaian orang lain. Satu hal yang aku sadari dan kualami,, saat ini pola pikir, minat, dan gaya hidupku mulai kutata dengan rapi. Semua itu tentu saja dengan proses yang sangat panjang dan bahkan proses inipun masih sementara kujalani.
Nah, dari buah pemikiran ini.. Aku pengen banget paling gak kamu yang ngebaca sedikit bacaan ini bisa tau. Gimana kamu bisa jadi dirimu sendiri yang langsung ato gak langsung, sadar ato gak, en cepat ato lambat akan kamu alamii....
PROSES!
Itu yang mesti kita alami. Gak semua orang akan melalui proses yang sama. Yang pasti proses itu pasti terkadang menyakitkan. Semua tergantung dari kesiapan kita, kapan kita bisa sadar akan keberadaan proses itu dan mampu mengikuti serta mengalami proses itu. Yakinlah, kamu akan jadi pribadi yang gak cuma sekedar ngikut sana.. Ngikut sini apa kata orang. Yang terlebih, kamu bisa jadi orang yang lebih mampu melewati setiap jalan kehidupan dengan pendirian sendiri. Dan tentu saja, itu pasti secara otomatis akan mendewasakan kita..
So guys,, jangan takut untuk jadi dirimu sendiri! Ok?! ;)
Sebelum membaringkan diri di tempat tidur malam ini, aku ingin bercerita sedikit bagaimana saat ini aku mulai menemukan jati diriku yang sesungguhnya. Gak muluk-muluk, gak terpengaruh oleh faktor luar, udah mampu mengambil keputusan sendiri dan siap menanggung resikonya.
Soal fisik.. Entahlah, orang mau anggap tambah cantik, jelek, gendut, kurus. Itu kembali pada penilaian orang lain. Satu hal yang aku sadari dan kualami,, saat ini pola pikir, minat, dan gaya hidupku mulai kutata dengan rapi. Semua itu tentu saja dengan proses yang sangat panjang dan bahkan proses inipun masih sementara kujalani.
Nah, dari buah pemikiran ini.. Aku pengen banget paling gak kamu yang ngebaca sedikit bacaan ini bisa tau. Gimana kamu bisa jadi dirimu sendiri yang langsung ato gak langsung, sadar ato gak, en cepat ato lambat akan kamu alamii....
PROSES!
Itu yang mesti kita alami. Gak semua orang akan melalui proses yang sama. Yang pasti proses itu pasti terkadang menyakitkan. Semua tergantung dari kesiapan kita, kapan kita bisa sadar akan keberadaan proses itu dan mampu mengikuti serta mengalami proses itu. Yakinlah, kamu akan jadi pribadi yang gak cuma sekedar ngikut sana.. Ngikut sini apa kata orang. Yang terlebih, kamu bisa jadi orang yang lebih mampu melewati setiap jalan kehidupan dengan pendirian sendiri. Dan tentu saja, itu pasti secara otomatis akan mendewasakan kita..
So guys,, jangan takut untuk jadi dirimu sendiri! Ok?! ;)
Minggu, 12 Desember 2010
H.U.R.T
Sebelum mengakhiri malam ini.. Entah kenapa ingin kuungkap sebuah perasaan yang slama ini tak ingin kuutarakan. Entah mengapa, ketika jauh melangkah mengikuti alur cerita ini, akhirnya sampailah aku pada sebuah kesimpulan. Kesimpulan yang lagi-lagi menyakitkan, dan itu mau tidak mau harus aku terima.
Lagi-lagi tentang sebuah cinta yang aku sendiri tak mengerti mengapa ia datang dengan indah, namun akhirnya malah membunuh hatiku. Sebuah cinta kembali coba kusambut, dengan harapan dia yang menjadi seseorang yang kucari selama ini.
Tak lama kutorehkan cerita dengannya, namun hatikupun yakin dalam waktu dekat kami mampu bersama. Namun, ternyata Tuhan berbicara lain. Tanpa bercerita tentang kisah cintaku maupun kisah cintanya, ternyata ada sebuah kisah tentangnya yang baru dapat kusimpulkan malam ini. Hmm.. Bukan aku orangnya!
Sedih! Pasti.. Tapi, aku bersyukur Tuhan selalu ada untuk menghiburku. Selama ini kucoba untuk tetap mengutamakan Tuhan, meskipun terkadang ketika dalam hal cinta ini aku seakan lupa membawanya kepada Tuhan. Aku percaya, ketika aku mulai mampu mengutamakan Tuhan dalam pergumulan semacam ini. Tuhan juga akan turut bekerja. Dan semua akan indah pada waktunya^^
Lagi-lagi tentang sebuah cinta yang aku sendiri tak mengerti mengapa ia datang dengan indah, namun akhirnya malah membunuh hatiku. Sebuah cinta kembali coba kusambut, dengan harapan dia yang menjadi seseorang yang kucari selama ini.
Tak lama kutorehkan cerita dengannya, namun hatikupun yakin dalam waktu dekat kami mampu bersama. Namun, ternyata Tuhan berbicara lain. Tanpa bercerita tentang kisah cintaku maupun kisah cintanya, ternyata ada sebuah kisah tentangnya yang baru dapat kusimpulkan malam ini. Hmm.. Bukan aku orangnya!
Sedih! Pasti.. Tapi, aku bersyukur Tuhan selalu ada untuk menghiburku. Selama ini kucoba untuk tetap mengutamakan Tuhan, meskipun terkadang ketika dalam hal cinta ini aku seakan lupa membawanya kepada Tuhan. Aku percaya, ketika aku mulai mampu mengutamakan Tuhan dalam pergumulan semacam ini. Tuhan juga akan turut bekerja. Dan semua akan indah pada waktunya^^
Jumat, 10 Desember 2010
Ditegur?? Siapa takut!!
Sore ini sempat kaget ketika harus membaca satu statment dari orang terdekat tentang diriku. Bukan membanggakanku, tapi menjelekkanku. Ketika membaca statment itu, kucoba untuk berpikir dan akhirnya sebuah senyuman muncul dari bibirku.
Sekejap akupun tersenyum lebar, bukan karena bangga aku dijelek-jelekkan, tapi dengan statment itu aku mulai belajar dan seakan melihat, berkaca pada diriku sendiri. Statment itu memang benar adanya, aku tidak ingin memungkiri apa yang memang terjadi padaku belakangan ini.
Aku gak ingin membela diri karena aku sadar, sekarang aku udah dikasih HATI YANG BARU sama Tuhan. Teguran bukan untuk dijadikan alasan untuk membenci seseorang.
Kalau dulu, aku orang yang paling anti dengan Teguran. Aku paling benci kalau harus ditegur, aku pasti akan membela diri. Tapi puji Tuhan, perlahan tapi pasti aku melihat perubahan terjadi pada diriku. Aku mulai mengubah pola pikirku, aku mulai bisa menjaga hatiku dan aku mulai bisa belajar mengasihi orang yang telah mengecewakanku.
Teguran itu membangun hidupku. Setidaknya aku tahu bagaimana menjadi orang yang bisa jadi berkat buat orang sekitar. Kehebatan seseorang bukan dilihat dari seberapa mampunya dia melakukan yang terbaik buat orang lain, tetapi seberapa mampu dia untuk menerima teguran dan setelah itu bangkit menjadi pribadi yang jauh lebih baik.
Itu yang sedang coba kujalani^^
Sekejap akupun tersenyum lebar, bukan karena bangga aku dijelek-jelekkan, tapi dengan statment itu aku mulai belajar dan seakan melihat, berkaca pada diriku sendiri. Statment itu memang benar adanya, aku tidak ingin memungkiri apa yang memang terjadi padaku belakangan ini.
Aku gak ingin membela diri karena aku sadar, sekarang aku udah dikasih HATI YANG BARU sama Tuhan. Teguran bukan untuk dijadikan alasan untuk membenci seseorang.
Kalau dulu, aku orang yang paling anti dengan Teguran. Aku paling benci kalau harus ditegur, aku pasti akan membela diri. Tapi puji Tuhan, perlahan tapi pasti aku melihat perubahan terjadi pada diriku. Aku mulai mengubah pola pikirku, aku mulai bisa menjaga hatiku dan aku mulai bisa belajar mengasihi orang yang telah mengecewakanku.
Teguran itu membangun hidupku. Setidaknya aku tahu bagaimana menjadi orang yang bisa jadi berkat buat orang sekitar. Kehebatan seseorang bukan dilihat dari seberapa mampunya dia melakukan yang terbaik buat orang lain, tetapi seberapa mampu dia untuk menerima teguran dan setelah itu bangkit menjadi pribadi yang jauh lebih baik.
Itu yang sedang coba kujalani^^
Senin, 06 Desember 2010
SPONGEBOB
"Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih daripada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi"
~mazmur 130:6~

hmm..
Sapa niy yang gag pernah nonton spongebob??
Spongebob tuh populer bgd di kalangan anak-anak n remaja bo'!
Spongebob dikenal punya karakter yang ceria n mampu bergaul dengan sapapun,, punya banyak temen n selalu menghibur..
Suatu kali ketika itu spongebob terkena sakit flu n ia harus dbwa ke dokter.
Dokter ngasih solusi atas sakit flunya, dy harus menjadi alat pembersih piring kotor n kamar mandi, krn sifatnya menyerap sabun n air..
Gag lama kemudian,, dia sembuh, setelah menjadi pembersih yang menyerap air n sabun..
Nah guys,, kita sbagai anak Tuhan kudu punya sifat yang sama kayak spongebob (spons), yaitu menyerap apa yang dimiliki Tuhan lebih banyak..
Menyerap apa yang dimiliki Tuhan berupa KASIH n PENGENALAN AKAN FIRMANNYA lebih dalam lagi.
Pentingnya kita menjadi seperti spons pada hari.hari yang terakhir ini, agar kita gag ketinggalan dalam hal pertumbuhan rohani. Selain itu,, semakin banyak kita menyerap apa yang Tuhan miliki,, berarti kita makin siap menanti kedatangan Tuhan dan menghadapi hari.hari terakhir iniy...
Menyerap apa yang dimiliki Tuhan dengan tujuan agar gag ketinggalan ama yang lain juga agar kita siap menghadapi masalah n ujian yang semakin berat.
Kalo uda siap menghadapi masalah n ujian yang semakin berat, tentunya bonus yang kita dapetin dari Tuhan juga makin besar.. (---ups.. Tentunya dibutuhin perjuangan n pengorbanan---)
Tuhan pun gag bakal tinggal diam melihat keadaan kita. Dia pasti memberi kita jalan keluar en keberhasilan yang tak pernah dipikirkan n tepat pada waktuNya.
Maukah kita menyerap keberadaan Tuhan seperti spons?? Perbanyaklah SaTe-mu!!^^
~mazmur 130:6~

hmm..
Sapa niy yang gag pernah nonton spongebob??
Spongebob tuh populer bgd di kalangan anak-anak n remaja bo'!
Spongebob dikenal punya karakter yang ceria n mampu bergaul dengan sapapun,, punya banyak temen n selalu menghibur..
Suatu kali ketika itu spongebob terkena sakit flu n ia harus dbwa ke dokter.
Dokter ngasih solusi atas sakit flunya, dy harus menjadi alat pembersih piring kotor n kamar mandi, krn sifatnya menyerap sabun n air..
Gag lama kemudian,, dia sembuh, setelah menjadi pembersih yang menyerap air n sabun..
Nah guys,, kita sbagai anak Tuhan kudu punya sifat yang sama kayak spongebob (spons), yaitu menyerap apa yang dimiliki Tuhan lebih banyak..
Menyerap apa yang dimiliki Tuhan berupa KASIH n PENGENALAN AKAN FIRMANNYA lebih dalam lagi.
Pentingnya kita menjadi seperti spons pada hari.hari yang terakhir ini, agar kita gag ketinggalan dalam hal pertumbuhan rohani. Selain itu,, semakin banyak kita menyerap apa yang Tuhan miliki,, berarti kita makin siap menanti kedatangan Tuhan dan menghadapi hari.hari terakhir iniy...
Menyerap apa yang dimiliki Tuhan dengan tujuan agar gag ketinggalan ama yang lain juga agar kita siap menghadapi masalah n ujian yang semakin berat.
Kalo uda siap menghadapi masalah n ujian yang semakin berat, tentunya bonus yang kita dapetin dari Tuhan juga makin besar.. (---ups.. Tentunya dibutuhin perjuangan n pengorbanan---)
Tuhan pun gag bakal tinggal diam melihat keadaan kita. Dia pasti memberi kita jalan keluar en keberhasilan yang tak pernah dipikirkan n tepat pada waktuNya.
Maukah kita menyerap keberadaan Tuhan seperti spons?? Perbanyaklah SaTe-mu!!^^
Jumat, 03 Desember 2010
Seperti Ayub
Temen-temen,, tau gak sapa ituu Ayub?? yang rajin sekolah minggu dulu pasti kenal dengan tokoh alkitab yang satu ini^^.
Intinya.. Ayub ini sosok anak Tuhan yang hebat. Dalam keadaan apapun ia mampu bertahan dalam Tuhan. Awalnya Ayub dikenal sebagai sosok yang kaya raya. Harta?? ada. Keluarga?? ada. Kebahagiiaan?? ada. Pokoknya perfect bangetlah hidupnya. Tapi ternyata semua itu gak mampu mebuat dia melupakan Tuhan.Bahkan ia selalu bersyukur dengan apa yang dia miliki. Tuhan pun seneng banget dengan ketaatan Ayub. Dalam keadaan apapun, Ayub tetap mengutamakan Tuhan dalam hidupnya.
Namun suatu ketika, si iblis gak seneng ngeliat ketaatan Ayub. Dengan cerdik, ia minta ijin ma Tuhan untuk mencobai Ayub. hm... Awalnya, Tuhan gak mau anakNya yang dikasihi itu harus dicobai,, tapi akhirnya Tuhanpun mengijinkan iblis untuk nyobain Ayub. Semua semata-mata untuk melihat ketaan Ayub tuh sampe dimana sih...
Perlahan tapi pasti, iblis coba mengganggu Ayub dengan penyakit, menghilangkan harta bendanya satu persatu sampai Ayub harus jatuh miskin, anak Ayubpun semua harus mati bahkan sampai keluarganya pergi meninggalkan Ayub. Namun, apa yang dirasakan Ayub?? sakit?? PASTI!! Tapi apa Ayub menyerah dan menyalahkan Tuhan?? GAK tuh! malahan Ayub semakin mengasihi Tuhan. Ayub gak mengeluh dengan apa yang dialaminya, Ayub gak menyesal dan gak menyalahkan Tuhan akan apa yang dialaminya. Akhirnya,, Tuhanpun melihat ketaatan Ayub dan mengembalikan semua miliknya. Harta kekayaan diberikan berlipat kali ganda dari yang sebelumnya. Bahkan Tuhan juga mengembalikan keluarga dana anak-anaknya.
Waaahhh... Dahsyat banget yaah Ayub. Jaman sekarang sapa yang mau kayak Ayub. Waktu seneng aja belum tentu inget Tuhan, apalagi waktu susah?? yang ada malah nyalahin Tuhan akan apa yang terjadi. sore ini entah mengapa akupun teringat akan kisah ini. Aku mencoba merefleksikan kisah ini ke dalam kehidupanku. Apakah aku sudah seperti Ayub?? Yah,, mungkin gak seperfect Ayub, tapi akuu sedang mencoba seperti itu. Bertahan dalam keadaan apapun. Beberapa bulan yang lalu adalah masa-masa tersulit yang kualami. Bukan masalah harta, tapi kebahagiaan yang perlahan-lahan pergi dari kehidupanku.
Shabat, kekasih, bahkan orang-orang terdekat lainnya lenyap dari kehidupanku dalam waktu yang hampir bersamaan. Hidupku terasa hampa. Bahkan terkadang aku merasa semua tidak ada artinya. Tapi puji Tuhan, akuu masih mampu bertahan di dalam Tuhan. Aku percaya ketika aku mampu melewati masa-masa sulit ini bersama Tuhan, Tuhan akan memberikan kebahagiaan itu lebih dari yang sebelumnya.
Sekarang akupun sedikit demi sedikit merasakan kebahgiaan itu mulai terjadi dalam hidupku. Seorang sahabat mulai kumiliki, walaupun jumlahnya gak sebanyak sebelumnya tapi buatku dia sosok terbaik yang saat ini Tuhan berikan untukku. Saat inipun, aku mulai bisa mengalami yang namanya jatuh cinta kepada seorang lelaki setelah sekian lama aku hidup dalam "trauma" akan cinta.
Pokoknya sekarang hidupku terasa hampir sempurna. Kebahgiaan yang dulu hilang, perlahan Tuhan pulihkan. Intinya, kita harus tetap bertahan dalam keadaan apapun, bahkan di saat kita gak tau lagi harus menyalahkan siapa atas keterpurukan yang sedang terjadi dalam hidup kita. Yakinlah.. Tuhan tau waktu yang tepat untuk mengembalikan semuanya. Asal inget... TAAT!!
Tuhan bilang "semua indah pada waktuNya"^^
Intinya.. Ayub ini sosok anak Tuhan yang hebat. Dalam keadaan apapun ia mampu bertahan dalam Tuhan. Awalnya Ayub dikenal sebagai sosok yang kaya raya. Harta?? ada. Keluarga?? ada. Kebahagiiaan?? ada. Pokoknya perfect bangetlah hidupnya. Tapi ternyata semua itu gak mampu mebuat dia melupakan Tuhan.Bahkan ia selalu bersyukur dengan apa yang dia miliki. Tuhan pun seneng banget dengan ketaatan Ayub. Dalam keadaan apapun, Ayub tetap mengutamakan Tuhan dalam hidupnya.
Namun suatu ketika, si iblis gak seneng ngeliat ketaatan Ayub. Dengan cerdik, ia minta ijin ma Tuhan untuk mencobai Ayub. hm... Awalnya, Tuhan gak mau anakNya yang dikasihi itu harus dicobai,, tapi akhirnya Tuhanpun mengijinkan iblis untuk nyobain Ayub. Semua semata-mata untuk melihat ketaan Ayub tuh sampe dimana sih...
Perlahan tapi pasti, iblis coba mengganggu Ayub dengan penyakit, menghilangkan harta bendanya satu persatu sampai Ayub harus jatuh miskin, anak Ayubpun semua harus mati bahkan sampai keluarganya pergi meninggalkan Ayub. Namun, apa yang dirasakan Ayub?? sakit?? PASTI!! Tapi apa Ayub menyerah dan menyalahkan Tuhan?? GAK tuh! malahan Ayub semakin mengasihi Tuhan. Ayub gak mengeluh dengan apa yang dialaminya, Ayub gak menyesal dan gak menyalahkan Tuhan akan apa yang dialaminya. Akhirnya,, Tuhanpun melihat ketaatan Ayub dan mengembalikan semua miliknya. Harta kekayaan diberikan berlipat kali ganda dari yang sebelumnya. Bahkan Tuhan juga mengembalikan keluarga dana anak-anaknya.
Waaahhh... Dahsyat banget yaah Ayub. Jaman sekarang sapa yang mau kayak Ayub. Waktu seneng aja belum tentu inget Tuhan, apalagi waktu susah?? yang ada malah nyalahin Tuhan akan apa yang terjadi. sore ini entah mengapa akupun teringat akan kisah ini. Aku mencoba merefleksikan kisah ini ke dalam kehidupanku. Apakah aku sudah seperti Ayub?? Yah,, mungkin gak seperfect Ayub, tapi akuu sedang mencoba seperti itu. Bertahan dalam keadaan apapun. Beberapa bulan yang lalu adalah masa-masa tersulit yang kualami. Bukan masalah harta, tapi kebahagiaan yang perlahan-lahan pergi dari kehidupanku.
Shabat, kekasih, bahkan orang-orang terdekat lainnya lenyap dari kehidupanku dalam waktu yang hampir bersamaan. Hidupku terasa hampa. Bahkan terkadang aku merasa semua tidak ada artinya. Tapi puji Tuhan, akuu masih mampu bertahan di dalam Tuhan. Aku percaya ketika aku mampu melewati masa-masa sulit ini bersama Tuhan, Tuhan akan memberikan kebahagiaan itu lebih dari yang sebelumnya.
Sekarang akupun sedikit demi sedikit merasakan kebahgiaan itu mulai terjadi dalam hidupku. Seorang sahabat mulai kumiliki, walaupun jumlahnya gak sebanyak sebelumnya tapi buatku dia sosok terbaik yang saat ini Tuhan berikan untukku. Saat inipun, aku mulai bisa mengalami yang namanya jatuh cinta kepada seorang lelaki setelah sekian lama aku hidup dalam "trauma" akan cinta.
Pokoknya sekarang hidupku terasa hampir sempurna. Kebahgiaan yang dulu hilang, perlahan Tuhan pulihkan. Intinya, kita harus tetap bertahan dalam keadaan apapun, bahkan di saat kita gak tau lagi harus menyalahkan siapa atas keterpurukan yang sedang terjadi dalam hidup kita. Yakinlah.. Tuhan tau waktu yang tepat untuk mengembalikan semuanya. Asal inget... TAAT!!
Tuhan bilang "semua indah pada waktuNya"^^
Langganan:
Postingan (Atom)

